Semiotika dalam Arsitektur

Kuliah Tamu oleh Yasraf A. Piliang, 11 Maret 2015

Apakah semiotika itu? Mengutip Ferdinand de Saussure, Yasraf menyebut Semiotika sebagai “ilmu yang mengkaji tentang tanda dari bagian kehidupan sosial”. Di sini secara implisit, kajian semiotika terkait dengan aturan-aturan main atau kode sosial (social code) yang berlaku di masyarakat, sehingga suatu tanda bisa dipahami maknanya secara kolektif. Sebagai sebuah ilmu, semiotika bisa digunakan untuk membaca tanda (decoding) atau untuk menciptakan tanda (encoding).

Dalam dunia arsitektur, ada beberapa tingkatan tanda, yaitu denotasi dan konotasi. Dalam tingkat denotatif, tanda mempunyai hubungan eksplisit dengan referensi atau realitas. Sedangkan dalam tingkat konotatif, makna sebuah tanda terkait dengan perasaan dan emosi serta nilai-nilai kebudayaan dan ideologi. Sebuah pintu, misalnya, makna denotatif adalah sebagai tanda untuk masuk ke bangunan atau ruang tertentu. Namun pintu juga bisa punya makna konotatif, seperti pintu yang besar menandakan keagungan sang pemilik bangunan.

Tantangan pemanfaatan semiotika dalam desain arsitektur adalah bagaimana sang arsitek bisa mengeksplorasi kreativitas melalui penciptaan kode-kode baru yang bisa dipahami oleh publik. Di sini, Yasraf menawarkan lima kode dari Roland Barthez untuk mengeksplorasi kreativitas desain arsitektur, yaitu 1) kode hermeneutik, kode berupa teka-teki, 2) kode semantik, yang mengeksplorasi konotasi, 3) kode simbolik, kode yang bersifat membongkar sesuatu/ antitesis, 4) kode proaretik, kode yang disampaikan melalui sekuens, waktu, atau cerita, dan 5) kode kultural, yang merepresentasikan pengetahuan dan kebijakan (ASE).

Materi Kuliah Tamu Semiotika Arsitektur Yasraf A. Piliang: Semiotics of Architecture rszd

Foto Yasraf Web (3) Foto Yasraf Web (2)

Berita Terkait