Satu Waktu di Kineruku

15213013 | Annisha Ayuningdiah

Di daerah perumahan elite di Jalan Hegarmanah, Bandung, terletak sebuah rumah kecil dengan papan nama Kineruku. Rumah tersebut sederhana dan kemungkinan sudah berumur cukup lama karena terlihat kesan Rumah Belanda-nya. Rumah mungil itu dihiasi dengan taman yang tertata dengan baik juga dengan deretan motor pengunjung yang parkir di carport rumah. Tapi sebenarnya, tempat yang apakah Kineruku ini?

Jika sekarang sulit menemukan tempak asik untuk membaca, dengan koleksi buku yang bagus, juga suasana nyaman, Kineruku merupakan salah satu alternatif perpustakaan mini yang wajib untuk dikunjungi. Di Kineruku kita bisa menemukan koleksi buku berbagai jenis mulai dari sastra, sejarah, buku arsitektur, hingga bacaan ringan seperti komik tersedia. Selain itu terdapat juga beberapa koleksi album-album lagu yang mungkin tergolong sudah jadul namun tetap asik untuk didengar sambil dikenang. Koleksi film juga termasuk yang menjadi salah satu koleksi yang bisa dilirik. Salah satu hal yang menyenangkan lagi adalah beberapa koleksi tersebut bisa dibeli atau bisa dipinjam jika sudah menjadi member.

Pengunjung yang datang ke Kineruku ternyata bervariasi mulai dari pelajar atau mahasiswa hingga para pegiat komunitas yang berkumpul untuk berdiskusi. Sambil bisa membaca buku dengan nyaman dan tenang pengunjung juga bisa memesan camilan seperti pisang goreng atau tempe mendoan juga memesan minuman seperti kopi, cokelat, atau teh berbagai rasa.

5

Suasana di Meja Resepsionis

Ruang tamu pada rumah ini difungsikan sebagai meja resepsionis Kineruku. Saat masuk suasana yang didapat sangat homy dengan rak yang tersebar di seluruh ruangan. Pengunjung yang datang menitipkan tasnya pada loker yang terletak di meja resepsionis dan di teras rumah. Beberapa barang yang dijual terletak di rak dekat meja resepsionis. Jenis barang yang dijual sangat beragam mulai dari buku, album musik, hingga aksesoris homemade. Di tengah ruangan terdapat sebuah meja besar dengan kursi-kursi dan tumpukan buku. Ruangan tengah ini dibuat untuk pengunjung yang tidak merokok.

2

Rak Buku di Ruang Tengah

Rak-rak buku yang terletak pada ruang tengah ini berisikan buku-buku bergenre sastra, buku-buku cerita, buku-buku referensi seperti buku arsitektur, dll. Terdapat juga kumpulan album-album musik yang bahkan tidak umum didengar orang. Di sebelahnya terdapat sebuah ruangan kecil yang berisi  rak buku dan sebuah sofa kecil. Buku di ruangan ini bergenre sejarah dan politik. Ruangan lain berada di belakang rumah berupa teras yang menghadap sebuah innercourt yang tertata rapi. Pengunjung yang duduk-duduk di luar ini diperbolehkan merokok.

4

Meja Ruang Tengah

Mood yang didapatkan selama mengunjungi adalah santai, damai, dan tenang. Kineruku sangat cocok untuk tempat diskusi santai dengan teman, baik diskusi seputar pekerjaan maupun curhat tentang kehidupan sehari-hari. Kegiatan membaca juga menyenangkan dengan ditemani lagu-lagu indie yang diputar sepanjang hari.

Rasa santai, damai, dan tenang mungkin tercipta karena kenyamanan yang ditimbulkan dari penataan interior. Suasana yang terasa sangat nyaman, dengan interior yang vintage dan retro. Lampu yang digunakan berjenis LED dengan nyala warm white sehingga nyaman untuk membaca di ruangan. Terlebih lagi pengunjung bisa memesan camilan, minuman, bahkan makanan berat di Kineruku sehingga bisa berlama-lama singgah. Pemisahan ruang bebas rokok juga membuat pengunjung tidak perlu khawatir akan asap rokok yang mengganggu.

6

7

Suasana Teras Belakang

Kineruku yang sebenarnya merupakan bangunan rumah juga berkontribusi dalam menimbulkan kenyamanan pada pengunjung. Skala ruang yang ada benar-benar seperti rumah dengan dimensi luas yang tidak begitu besar dan tinggi langit-langit yang tidak terlalu tinggi. Selain itu karena rumah lama, kenyamanan termal juga terdapat di Kineruku. Pengunjung tidak akan merasa sesak maupun gerah saat berada di dalam ruangan. Adanya innercourt di halaman belakang juga membuat suasana ruang menjadi asri.

Kineruku menghasilkan citra yang tenang namun tidak kaku seperti perpustakaan pada umumnya. Namun di Kineruku pengunjung masih bisa berdiskusi dengan nyaman. Perpustakaan ini bisa menjadi alternatif tempat berkumpul selain tempat-tempat nongkrong yang mayoritas berbentuk kafe. Semangat yang dibawa Kineruku juga beraliran retro dan vintage sehingga menarik untuk beberapa komunitas dengan aliran serupa.

 

Meski baru satu waktu ke Kineruku,  tapi pasti akan kembali pada kali kedua.

Berita Terkait