Ketika Arsitektur Bertemu Sejarah

15214099 | Jeremy Meldika

Jalan Asia Afrika, jalan yang tidak asing bagi warga Kota Bandung. Kawasan ini terkenal kaya akan sentuhan tempo dulu dan nilai-nilai sejarah dari setiap bangunan yang sampai saat ini masih berdiri kokoh. Bagaimana tidak, bangunan-bangunan di sana masih mempertahankan gaya jaman Belanda sehingga jaman dulu masih terasa kental ada di kawasan ini. Misalnya saja Gedung Merdeka, yang menjadi maskot penting kawasan ini, tempat yang menjadi saksi bisu bagaimana peristiwa KAA berlangsung, lalu Gedung Swarha dan Hotel Savoy Homann, yang dahulu menjadi penginapan tokoh-tokoh negara dan wartawan yang meliput KAA, dan masih banyak bangunan di sana yang tetap mempertahankan ke’jadulan’nya.

IMG_20160518_103338 IMG_20160518_102756

Tidak hanya menarik karena kaya akan nilai historis, kawasan ini banyak menarik perhatian warga dengan tampilannya yang modern layaknya nuansa Eropa.  Lampu jalan yang unik, tempat duduk berbentuk bola besar, dan pohon-pohon rindang yang ada membuat suasana nyaman dan tenang untuk bersantai. Ditambah lagi pemandangan bangunan-bangunan jaman Belanda menambah suasana layaknya berada di Eropa. Fasilitas publik dan sarana wisata juga sangat banyak di kawasan ini. Seperti Alun-alun Kota Bandung yang memiliki lapangan hijau yang luas, Museum KAA, pedestrian di Jalan Asia Afrika yang dirombak sehingga menjadi sangat ramah terhadap pejalan kaki, toko-toko tempo dulu yang menjajakan dagangan yang terjangkau, dan masih banyak hal-hal menarik lain yang ditemui di kawasan ini.

Citra/Mood

IMG_20160518_103728

Menurut saya, citra/image kawasan Jalan Asia Afrika ini sangat unik, modern, dan ‘jadul’. Perpaduan antara jaman dulu dan modern membuat kawasan ini menjadi sangat unik dan membuat saya tidak mudah bosan untuk terus menyusuri detail demi detail kawasan ini. Selain itu gaya jaman Belanda yang kental membuat citra layaknya berada di luar negeri. Apalagi jika berada di malam hari melihat lampu-lampu di setiap bangunan dan jalanan serta suasana ramai para pejalan kaki dan pengguna jalan raya.

Fungsi

IMG_20160518_104405

Fungsi kawasan ini menurut saya sebagai museum sejarah yang memamerkan bangunan-bangunan jaman dulu. Selain itu digunakan sebagai kawasan budaya, dimana banyak budaya peninggalan sejarah yang masih ada di kawasan ini. Saya juga semakin banyak tahu dan belajar jika berada di kawasan ini, bagaimana KAA dahulu berlangsung di Gedung Merdeka, bagaimana tata letak bangunan tempo dulu merespon kawasan di sekitarnya, bagaimana arsitek dahulu merancang bangunan yang ada, dan masih banyak hal lainnya.

Kenyamanan

IMG_20160518_110647

Pemerintah Kota Bandung saat ini memang sangat memerhatikan warganya dan memfasilitasi dengan baik. Di kawasan ini sudah banyak fasilitas pengguna jalan yang disediakan, seperti bangku untuk bersantai, lampu jalan, tempat sampah, tempat pejalan yang tertata rapi dan tidak rusak, dan suguhan pemandangan yang masih terawat dengan baik. Saya pun merasakan nyaman berada di kawasan ini karena saya sebagai pengguna jalan merasa sudah terfasilitasi, kawasan terbilang tidak kotor, dan dapat melihat pemandangan gedung-gedung kota lama semakin lebih baik. Sebagai orang yang gemar memotret atau fotografi, kegiatan fotografi pun menjadi nyaman pula dengan kondisi tersebut. Tidak hanya suguhan bangunan dan permainan saja yang ditawarkan kawasan ini, suguhan kuliner dan barang-barang dagangan pun membuat saya nyaman untuk menyelusuri kawasan ini lebih jauh lagi.

Secara garis besar, pengalaman saya berada di kawasan Jalan Asia Afrika dan sekitarnya memberikan kesan positif. Tidak hanya nyaman dan bahagia, berada di kawasan ini membuat saya belajar dan sadar akan pentingnya memelihara bangunan dan lingkungan sekitar agar generasi penerus dapat tetap melihat bagaimana sebuah arsitektur bertemu dengan sejarah.

Berita Terkait