Malam di Shibuya

 

15214101

Gusti Reynaldi Cakramurti

 

Shibuya adalah salah satu distrik di Kota Tokyo, Jepang yang memiliki tingkat populasi penduduk

4

Salah satu pusat mode Jepang, Harajuku Street

yang cukup padat dengan luas wilayah 15.11 km². Shibuya menjadi salah satu jantung perekonomian dan pusat mode di Jepang. Banyak sekali fashion brand ternama yang berkembang di sana, sebut saja Uniqlo, Adidas, Nike, maupun distro-distro yang menawarkan high street fashion. Salah satu jalan di Shibuya yang terkenal dengan street fashion-nya adalah Harajuku Street. Selain sebagai pusat mode, Shibuya juga terkenal akan persimpangan jalur penyeberangan jalannya, yaitu Shibuya Crossing, yang disebut-sebut sebagai jalur penyeberangan terpadat di dunia. Tak jauh dari lokasi tersebut, terdapat sebuah patung anjing yang sangat legendaries bernama Hachiko.

 

Pada bulan November 2012 saya mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi tempat tersebut. Pada saat itu sedang musim peralihan antara musim gugur menuju musim dingin. Suhu udara pada saat itu sekitar 16 derajat Celcius. Pada suatu malam, saya dan 2 orang teman saya berjalan-jalan menikmati suasana Shibuya.

1

Kios makanan di sepanjang jalan Shibuya

Udara malamnya begitu menusuk hingga ke tulang meskipun sudah mengenakan sweater dan syal. Sungguh indah suasana waktu itu. Udara malam yang dingin ditambah asap dan bau makanan khas Jepang bertebaran di sepanjang jalan. Saya juga mengagumi akan keindahan penataan jalur troatoar di sana. Trotoar yang lebar dan datar membuat nyaman untuk berjalan kaki, bahkan dapat dengan mudah digunakan untuk arena skateboard oleh teman saya. Ketika sedang berjalan menyusuri trotoar, kami bertemu dengan sekelompok seniman jalanan yang sedang memainkan alat musiknya dengan musikalitas yang sangat baik. Bahkan seniman jalanan di sana pun sangat begitu berkelasnya. Hal ini menambah mood yang sangat baik bagi saya yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata.

 

3

Seniman jalanan beraksi pada malam hari

Dari menyusuri jalanan sempit hingga jembatan, saya juga dibuat terbuai dengan lampu-lampu dari ‘hutan beton’ yang menghiasi sepanjang jalan, seperti kota yang tak pernah tidur. Sampai pada akhirnya kami bertiga hanyut dalam Shibuya Crossing dengan juataan cahaya yang dipancarkan dari gedung-gedung di sana. Ah, betapa indahnya. Malam itu sangat mengesankan. Jalan Shibuya merupakan salah satu distrik yang inspirasional bagi saya. Banyak sekali sumber inspirasi yang saya dapatkan dari sana. Semua sudut-sudutnya sangat mengesankan dan memberikan kenangan yang indah. Kenangan itu saya rasakan baik dari segi citra arsitektural distriknya, mood, kenyamanan, maupun fungsi yang ditawarkan dari distrik tersebut.

Berita Terkait