Romantisme No Smoking Area

15212027 | Firdhousi Ananda

Siapa tak kenal Restoran Jepang Gokana Ramen & Teppan. Restoran cepat saji yang memiliki banyak pilihan menu oriental Jepang ini menjadi favorit bagi para pecinta kuliner Jepang. Restoran ini mempunyai banyak cabang di beberapa kota besar di Indonesia, salah satunya berada di Cihampelas Walk, Bandung. Nama Gokana dalam bahasa Jepang berarti “mewah”, hal ini tercermin dari desain bangunan ( eksterior maupun interior), cita rasa dan pelayanan pengunjung didalamnya.

Dilihat dari luar, bangunan ini sekilas tampak sama dengan restoran-restoran disebelahnya. Kursi-kursi dan hiruk pikuk pengunjung didalamnya terlihat jelas dari kaca eksterior transparan yang menyelubungi bangunan ini. Seperti halnya restoran lainnya, restoran ini mempunyai ciri khasnya sendiri yaitu adanya pola-pola yang identik dengan negeri sakura. Setiap ruangan pada restoran ini memberikan pengalaman yang berbeda tetapi tetap berada dalam satu tema yang diberikan dengan penggunaan warna yang sama, yaitu emas dan merah.

Mood

Sebelum masuk kedalam restoran ini, seperti di restoran pada umumnya biasanya pengunjung akan ditanya butuh meja untuk berapa orang dan ingin di area merokok atau tidak, pilihan saya selalu jatuh pada ruang tidak merokok di lantai 2. Ruangan ini tidak sebesar ruangan lainnya, hanya seluas 3 x 8 meter. Untuk lebar 3 meter  ruangan ini harusnya terkesan panjang, tapi disini kesan tersebut tidak terlalu terasa karena ruangan ini sebenarnya menyatu dengan main area di lantai 2, meskipun batasnya cukup terdefinisi  dengan adanya kolom-kolom merah vertikal berjarak 1 meter yang membingkai ruangan ini.

2b

kolom merah yang membingkai ruangan

Ruangan ini bisa dibilang cukup kontras dari ruangan lain di restoran ini, baik yang merokok maupun tidak merokok. Jika dibandingkan dengan area merokok disebelahnya saja sudah cukup terlihat perbedaannya. Salah satu perbedaan mencolok dari ruangan ini adalah adanya pengaturan cahaya yang tidak terlalu terang sehingga membuat kesan intim dan romantis didalamnya, tak ayal jika ruangan ini menjadi pilihan bagi muda-mudi yang datang berdua. Rancangan pencahayaan memang penting untuk membantu membangkitkan mood dan emosi dari pengguna ruangan. Dalam kasus ini, perancang menggunakan penerangan langsung dan tidak langsung melalui lampu berwarna kuning dengan tingkat pencahayaan yang rendah sehingga memberikan kesan hangat pada ruangan. Kesan hangat ini terkesan menguat karena mayoritas material yang digunakan merupakan material kayu.

3b

Tatanan lampu pada ruang merokok

Fungsi

Dari segi fungsi, sesuai dengan namanya seharusnya ruangan ini dapat mencegah asap rokok masuk kedalamnya, sekilas ruangan ini terkesan tidak terlalu efektif untuk dapat disebut sebagai ruangan tidak merokok. Hal ini dikarenakan letak ruangan ini yang bersebelahan dengan ruang merokok dan sekat yang membatasi dua ruang ini hanya setinggi 80cm. Namun jika dilihat dari standar ruangan no smoking, maka ruangan ini sebenarnya sudah cukup efektif mencegah asap rokok masuk kedalamnya. Hal ini dibuktikan dengan ruang yang cukup luas dan terdapat air-tight stripping yang mengarah kedalam ruangan dan mencegah asap rokok masuk kedalam ruangan ini.

Secara keseluruhan ruangan ini merupakan ruangan yang nyaman meskipun terkesan lebih sempit dibandingkan dengan ruangan yang berada persis disebelahnya. Sentuhan lampu-lampu berwarna kuning yang lembut membuat ruangan ini menjadi berbeda dengan ruangan yang lain, begitu pula dengan pemilihan furnitur yang dapat memanjakan pengunjung yang memilih ruang ini. Namun sayangnya view ruangan ini tidak terlalu baik, karena ruangan ini bersebelahan langsung dengan gedung parkir dan ruangan ini tidak tertutup oleh dinding bata melainkan ditutup dengan dinding kaca sehingga view gedung parkir dapat terlihat dengan jelas dari ruangan ini.

 

 

Berita Terkait