Kuliah Tamu: Ir. Davy Sukamta- PT. Davy Sukamta & Partners, Anggota TABG-Struktur DKI Jakarta

Kuliah tamu tanggal 6 Oktober 2017 mengadirkan Bapak Ir. Davy Sukamta dari PT. Davy Sukamta & Partners, Anggota TABG-Struktur DKI Jakarta. Kuliah ini fokus pada sistem struktur gedung tinggi di Indonesia. Pak Davy memulai dengan klasifikasi gedung tinggi berdasarkan ketinggiannya, yaitu: tall building, super-tall building dan mega-tall building. Tantangan utama dalam desain struktur bangunan tinggi tersebut adalah ketahanan terhadap beban gempa dan angin. Kehandalan sistem struktur bangunan tinggi terhadap kedua hal itu sangat bergantung pada kerja sama antara arsitek dan ahli struktur.

Karena wilayah Indonesia sangat rentan terkena gempa, Pak Davy memulai pembahasan dengan ketahanan bangunan tinggi terhadap gempa. Secara umum beliau menyarankan kepada arsitek agar dari tahap awal desain sudah mempertimbangkan ketahanan bangunan terhadap gempa. Misalnya, bentuk massa bangunan sebaiknya merupakan bentuk geometri sederhana dan simetris. Peraturan dan standar bangunan yang telah ditetapkan juga harus dipenuhi oleh arsitek. Selain itu, Pak Davy juga menekankan pentingnya “kerendahan hati” arsitek untuk mau mendengar masukan dari ahli struktur di tahap perancangan bangunan.

Bangunan tinggi juga mengalami beban angin yang berbanding lurus dengan ketinggiannya. Pak Davy biasa menggunakan wind tunnel test untuk menguji ketahanan sistem struktur yang beliau desain. Arsitek perlu memahami bahwa, bentuk bangunan tinggi sangat menentukan besarnya beban angin yang diterima oleh bangunan tersebut. Bentuk lengkung atau bulat bersifat lebih aerodinamis dan dapat mengurangi beban angin, dibantu dengan bentuk tower yang semakin mengecil di atasnya.

Di akhir pemaparannya, Pak Davy Sukamta kembali menekankan pentingnya komunikasi antara arsitek dan ahli struktur sejak tahap-tahap awal proses perancangan. Dengan komunikasi antar disiplin ini, dapat tercipta kompromi terhadap keinginan arsitek dan kebutuhan struktur.

Bahan presentasi dapat di-download di sini.

Video presentasi dapat dilihat di sini:

  1. Bagian 1
  2. Bagian 2

Berita Terkait