Kuliah Tamu 23 Februari-Ir. Rafael David

Di penghujung bulan Februari 2018 ini, Kuliah Tamu kembali diselenggarakan oleh Arsitektur ITB dengan mengundang David Rafael sebagai narasumber. David Rafael, yang biasa dipanggil Rafael, merupakan salah satu pendiri sekaligus arsitek prinsipal dari Aboday Architects. Pada kesempatan ini Rafael memberikan kuliah mengenai Pendekatan dan Strategi dalam Perancangan Bangunan Publik (komersial), khususnya untuk fungsi Kantor, Apartemen, dan Hotel. Kasus proyek yang dibahas lebih kepada bangunan tinggi, sedang, dan rendah.

Dalam paparannya, Rafael membagi 3 (tiga) kategori bangunan berdasarkan ketinggian, yaitu Low Rise (1-8 lantai), Mid Rise (8-16 lantai), dan High Rise (24-32 lantai). Ketiga kategori ini dibagi berdasarkan pengalaman proyek-proyek yang telah dikerjakan, karena perbedaan kebutuhan utilitas yang cukup signifikan dari setiap kategori tersebut.

Pada proses perancangan bangunan tinggi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:
– Gaya tektonik/lateral
– Wind/weather
– Collector Water System
– Water Fighting

Ada pula beberapa Planning Issue saat merancang bangunan publik (khususnya untuk fungsi kantor, hotel, dan apartemen), diantaranya:
– Building Strata
– Saleable Area: kondisi efisiensi yang ideal adalah minimal 75% dari total GFA
– Supporting Facilities: melihat dalam konteks kota, salah satunya parker
Beberapa isu lainnya yang biasa dipertimbangkan dalam merancang adalah:
– Area gempa (terkait lokasi)
– Fasade atau kulit bangunan
– Fire fighting dan escape route

Dalam merancang bangunan tinggi (lebih dari 3-4 lantai), sebagai arsitek kita harus tahu cara berpikirnya engineer, karena berkaitan dengan aspek ekonomi. Engineering construction pun sangat penting, sistem bangunan harus dipahami oleh perancang. Jika seorang arsitek tidak memahami sistem bangunan maupun sisten konstruksinya saat merancang, maka akan dikendalikan terus oleh kontraktor atau ahli struktur.

Selain penjelasan di atas, ada beberapa tips atau informasi lain yang diberikan oleh Rafael, diantaranya:
– Di Aboday, bangunan harus dirancang ‘sexy’, yaitu ramping dan simple. Tidak ‘bulky’ dan banyak elemen bentuk. Karena ‘nafas’nya Aboday adalah modern, bukan tradisional ataupun vernakular.
– Dalam mendesain bangunan, ada tanggung jawab moral yang besar untuk membentuk kota, baik secara visual maupun psikologi. Oleh karena itu, dalam mendesain bangunan harus benar-benar memperhatikan konteks sekitar, khususnya sirkulasi pedestrian yang berkenaan langsung dengan bangunan yang dirancang.
– Support ME harus dipikirkan dan dipertimbangkan dari awal proses perancangan, terutama untuk bangunan tinggi, karena adanya perbedaan kebutuhan yang signifikan dibandingkan dengan bangunan 1 atau 2 lantai.

Bahan Presentasi dapat dilihihat di sini.

Video Presentasi dapat dilihat di sini: Bagian 1, Bagian 2

Berita Terkait