Visi

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012, ITB menjadi PTN Badan Hukum (PTN-BH).

Berdasarkan SK Rektor ITB No 222/SK/K01/OT/2005 tanggal 29 Agustus 2005, Program Studi di ITB tidak lagi menjadi “organisasi sumber” melainkan hanya “organisasi program”. Oleh karena itu Program Studi Arsitektur ITB mengacu pada Visi dan Misi ITB dan Fakultas/Sekolah (Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan – SAPPK) sebagai organisasi sumber.

Visi ITB
Visi ITB adalah menjadi Perguruan Tinggi yang unggul, bermartabat, mandiri, dan diakui dunia serta memandu perubahan yang mampu meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia dan dunia.

Misi ITB
menciptakan, berbagi dan menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, ilmu sosial, dan ilmu humaniora serta menghasilkan sumber daya insani yang unggul untuk menjadikan Indonesia dan dunia lebih baik.

Visi, misi, tujuan dan sasaran yang dijadikan rujukan program studi ada pada tingkat fakultas (Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan disingkat SAPPK) sebagai organisasi sumber.

Visi SAPPK
Menjadi institusi pendidikan dan penelitian yang terkemuka di Asia dan memiliki reputasi Internasional, dalam bidang perencanaan, perancangan dan pengembangan kebijakan lingkungan binaan yang berkelanjutan.

Misi SAPPK
1. Memberikan kontribusi signifikan terhadap penciptaan dan diseminasi pengetahuan ilmiah dalam bidang perencanaan, perancangan dan pengembangan kebijakan lingkungan binaan, serta penerapannya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, pembinaan lingkungan berkelanjutan, sehingga kemungkinan terjadinya peningkatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia pendukung pada tingkat lokal hingga nasional, melalui sinergi antara kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
2. Mengembangkan program pendidikan bidang perencanaan, perancangan dan pengembangan kebijakan lingkungan binaan, yang mampu membina kemampuan berfikir kreatif dan kritis serta sikap etis dan bertanggung jawab pada lulusan, sehingga siap menjadi tenaga profesional, wirausaha, pemimpin dan agen perubahan yang andal dalam masyarakat.
3. Mendorong tumbuhnya kegiatan akademik dan upaya kolaboratif dengan perhatian khusus pada isu-isu tentang: good governance; community based and participatory approach; pengetahuan, budaya dan identitas lokal; harmonisasi antara tantangan serta peluang global vs lokal.