Kuliah Tamu-1 Februari 2019: David Hutama

Kuliah tamu yang dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2019 ini mengundang David Hutama. David Hutama merupakan lulusan dari Program Studi Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan serta melanjutkan studinya ke Toyohasi University of Technology dengan bidang Master of Engineering, Architectural History and Criticism. Pada saat ini David Hutama merupakan Ph.D. Candidate (Doctor of Philosophy) di Architectural Association School of Architecture. Untuk saat ini beliau juga merupakan pengajar di Universitas Pelita Harapan. Beberapa subjek utama David Hutama adalah metode perancangan dan Sejarah dan Teori Arsitektur.

Pada kesempatan ini David Hutama membawakan kuliah bertajuk “Grid Vs Voxel” yang membahas mengenai hubungan praktek dan profesi arsitektural dengan perkembangan di era digital pada saat ini.

Permasalahan utama arsitektur serta perancangan lainnya adalah bagaimana menyampaikan suatu ide. Kemudian ditranslasi menjadi suatu benda yang merepresentasikan ide tersebut. Namun masalah yang kemudian muncul adalah kemungkinan adanya suatu perbedaan hasil translasi ide serta adanya perbedaan interpretasi. Oleh karena itu desainer maupun arsitek pada zama dahulu umumnya mentranslasi karyanya secara autographic (handmade). Permasalahn yang kemudian muncul adalah bagaimana untuk menghasilkan karya dengan kualitas yang sama (identik). Seiring perkembangan zaman, pergeseran terjadi dari autographic ke allographic, dikarenakan adanya kebutuhan mass-customization.

Grid, Pixel dan Voxel merupakan representasi perkembangan metode translasi ide-ide perancangan. Grid merupakan metode yang dikembangan pada era modernism, dengan cakupan yang sangat sederhana, dimana proses translasi ide dilakukan hanya dengan mendefinisikan suatu koordinat, dengan keluaran 2D. Pixel merupakan bagian terkecil suatu gambar yang elemennya dapat dikontrol. Sementara itu pada voxel, informasi yang terdapat pada suatu garis dapat menjadi lebih luas. Perkembangan Grid, Pixel, Voxel ini memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan praktek dan profesi arsitektur. Dengan adanya model dengan basis voxel, arsitek dan bidang lainnya dapat disebut sebagai spesialis, dimana masing-masing aktor memiliki peran untuk kemudian saling berkolaborasi.

Bahan Presentasi dapat diunduh di sini.

Video Presentasi pada Channel Youtube dapat dilihat di sini.

 

Berita Terkait