Sayembara Desain Gedung Pasar Godean Kabupaten Sleman

Saat ini, kawasan sekitar Pasar Godean terasa sangat semrawut dan kurang teratur terutama dalam sirkulasi perdagangan, perparkiran maupun transportasi umum. Dari pengamatan visual, terlihat overload berbagai kepentingan aktivitas masyarakat terutama pada pagi dan siang hari. Kondisi fisik bangunan Pasar Godean sangat memprihatinkan dengan banyak bagian kios, los, MCK dan kantor mengalami retak-retak dan sudah tidak layak pakai. Oleh karena itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan kegiatan “Sayembara Desain Gedung Pasar Godean Kabupaten Sleman” dalam upaya menghidupkan kembali pasar tradisional melalui perbaikan manajerial dan terobosan baru guna mendapatkan perencanaan pasar tradisional yang lebih baik.

Tim yang diketuai oleh Agus Suharjono Ekomadyo dengan anggota Gagas Firas Silmi, Adhietya Orlandho Putra Sunarmo, Annas Ta’limuddin Maulana dan Arif Rachman Hidayat ini mencoba mengembangkan konsep dan gagasan segar yang akan diterapkan di Pasar Godean. Konsep utama yang diterapkan adalah Ngewongke dengan semangat lebih memanusiakan manusia yang ada di Pasar Godean. Penerjemahan konsep Ngewongke tersebut dibagi menjadi empat pokok, yaitu ngewongke terhadap pedagang, pengunjung, pengelola dan masyarakat lain yang terlibat dan terdampak dari aktivitas pasar. Dengan demikian, Ngewongke Godean adalah upaya mengangkat harkat manusia Jawa lewat desain Pasar Godean dengan menciptakan warga pasar yang guyub dan lebih hidup. Selain itu, posisi Pasar Godean menjadi simpul dari sumbu Gunung Merapi – simbol sangkaning masyarakat Yogyakarta – ke Pantai Selatan dan pada masa depan, ada paraning masyarakat Yogyakarta, yaitu Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport – YIA) di Kulon Progo, yang membawa masyarakat Yogyakarta ke dalam pergaulan global.

Berita Terkait