Enter your keyword

Program Fast Track Program Studi Arsitektur ITB

Program Fast Track Program Studi Arsitektur ITB

Program Jalur Cepat (Fast Track) dimulai di ITB sejak tahun 2006, sejak dikeluarkan SK Rektor ITB No. 129/SK/01/PP/2006. Program Studi Arsitektur ITB menyelenggarakan program jalur cepat mulai semester 1 tahun ajaran 2011/2012.

Pada program reguler, kurikulum dirancang agar mahasiswa dapat menyelesaikan 144 sks program sarjana (S1) selama 8 semester (4 tahun) dan menyelesaikan 36 sks program magister (S2) selama 4 semester (2 tahun), total S1 dan S2 180 sks selama 6 tahun. Pada program jalur cepat, program dirancang agar mahasiswa dapat menyelesaikan 144 sks  program sarjana (S1) dan 36 magister (S2) dalam waktu 5 tahun.  Jumlah total sks (=beban) program reguler  dan program jalur cepat sama 180 sks.  Pelaksanaan program jalur cepat sbb:

12 dari 36  sks S2 diambil pada tahun ke-4 program S1  ( semester 7 dan 8 ) . 24 sks sisanya diambil pada tahun ke-5. Mahasiswa registrasi sebagai mahasiswa S2 hanya satu tahun pada tahun ke-5. Nilai rata-rata 12 sks mata-kuliah yang diambil pada tahun ke-4 minimal 3,5.

Persyaratan mengikuti program jalur cepat sbb:
1. IPK minimal 3,25.
2. Nilai TOEFL minimal 500.
3. Harus dapat menyelesaikan program sarjana selama 8 semester/4 tahun.
4. Program studi yang diambil pada program magister sama dengan program studi sarjana.

Peserta program jalur cepat dapat mendaftar Beasiswa Unggulan atau Beasiswa Voucher ITB. Panduan Beasiswa Unggulan dapat diunduh dari http://beasiswaunggulan.kemdiknas.go.id/. Panduan Beasiswa Voucher ITB dapat dilihat di http://www.sps.itb.ac.id/ind/beasiswa/. Peserta program jalur cepat juga dapat mengikuti program tanpa beasiswa.

Catatan:
1. Kuliah bukan hanya untuk mendapatkan pengetahuan keilmuan tertentu (hard-skill), tetapi juga untuk meningkatkan soft-skill seperti kemampuan berkomunikasi, berinteraksi dan bekerja-sama dengan orang lain, kepemimpinan, dll. Program jalur cepat akan membuat mahasiswa lebih sibuk dengan kuliah dan studio, dan mengurangi kesempatan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Hal ini perlu dipertimbangkan mahasiswa sebelum memutuskan mengikuti program jalur cepat, meskipun peningkatan soft-skill tidak harus pada saat kuliah.
2. Agar beban di tahun ke-4 tidak terlalu berat, peminat jalur cepat dianjurkan mencicil mengambil kuliah di semester atas sejak tingkat 2. Rencana mengikuti program jalur cepat disusun sejak semester 3 (tingkat 2).

Informasi lain terkait jalur cepat dapat ditanyakan ke Kaprodi Sarjana, Kaprodi Magister, atau staf administrasi di lantai 2 gedung Arsitektur.

HEK

 

Powered by TranslatePress »