Dosen Tamu, Pembicara dan Fasilitator di acara workshop School of Design and Arts, De La Salle – College of St. Benilde, Filipina

Dr.-Ing. Andry Widyowijatnoko, staf pengajar Prodi Arsitektur ITB dari Kelompok Keahlian Teknologi Bangunan, diundang sebagai keynote speaker dan memandu workshop bambu di Manila, Filipina. Undangan diberikan oleh School of Design and Arts, De La Salle – College of St. Benilde, bekerjasama dengan Polytechnic University of the Philippines (PUP), Filipina.

Acara di College of St. Benilde ini terbagi atas dua kegiatan. Yang pertama adalah sebagai keynote speaker di dalam seminar bertema Environmental Talk: Bamboo Tensegrity yang diadakan tanggal 16 Maret 2017. Materi yang diberikan di dalam seminar ini adalah Bamboo Constructions: Research and exploration dan Bamboo Tensegrity. Kedua materi ini diberikan dipenghujung acara dimana sebelumnya ada beberapa pembicara Arch. Christian Salandanan dari SANGAY Architects, Dr. Bing Caasi-Lit, peneliti dari UP Los Banos, Luis Lopez dari BASE Bahay Inc. Seminar dihadiri staf pengajar dari kedua universitas penyelenggara, pada mahasiswa dan beberapa tamu undangan.

Adapun kegiatan kedua adalah Hands on Workshop: Bamboo Tensegrity Dome yang berlangsung tanggal 17-18 Maret 2017. Workshop diikuti mahasiswa dari kedua universitas. Mereka diberi kesempatan untuk bekerja langsung dengan bambu dan membangun kubah dari bambu dengan prinsip-prinsip tensegrity.

Selain kegiatan di atas, Dr.-Ing. Andry Widyowijatnoko juga diundang untuk memberikan kuliah terbuka di hadapan anggota United Architects of the Philippines (UAP), asosiasi profesi arsitek di Filipina. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 17 Maret di hadapan anggota cabang Makati (CBD) dan tanggal 18 Maret 2017 di depan anggota cabang Cavite. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman tentang konstruksi bambu dan mempromosikan bambu sebagai alternatif bahan bangunan yang berkelanjutan.

Keseluruhan kegiatan ini berlangsung sukses dan menarik minat mahasiswa dan arsitek profesional untuk mulai memakai bambu. Selain itu ada beberapa agenda kerjasama yang telah direncanakan sebagai tindak lanjut kegiatan ini.

Berita Terkait