Omah Buka Lawang: Bedah Buku Omah 25 Oktober 2019

Program Studi Arsitektur ITB bekerjasama dengan Omah Library menyelenggarakan acara Bedah Buku Omah yang menghadirkan para arsitek muda yang menulis beberapa buku untuk memperkaya khazanah literatur arsitektur di Indonesia.

Indonesia darurat literasi. Hasil survey UNESCO menunjukkan indeks membaca kita sekitar 0,001%. Itu berarti hanya ada 1 dari 1.000 orang yang memiliki minat baca. Rendahnya minat baca juga dialami divisi arsitektur Indonesia, literasi kita minim. Untuk membalikkan keadaan, Omah dan sekutu harus berkumpul merajut keberagaman, menyatukan gagasan, dan bergerak sesuai kekuatan masing-masing, memperkaya literasi arsitektur Indonesia dengan berbagai buku yang kami ciptakan. Peran Omah adalah sebagai platform pergerakan pembagian ilmu kepada masyarakat dan generasi muda sebagai upaya meningkatkan minat baca untuk menghasilkan para pahlawan dengan kekuatan tanpa batas yang bertarung dalam pertempuran besar meningkatkan literasi Indonesia khususnya divisi arsitektur.

Omah Library akan mencoba untuk ‘’Buka Lawang’’ kepada publik, berbagi cerita tentang buku-buku yang sudah diterbitkan dan dipandu langsung oleh sekutu tim penulis OMAH, antara lain: Anas Hidayat, Andy Rahman, Eka Swadiansa, Jo Adiyanto, Mohammad Cahyo Novianto, Gayuh Budi Utomo, Revianto B. Santosa dan Realrich Sjarief.

Kegiatan ini dikemas dengan lokalitas Jawa dalam penampilan wayang berjudul “Dialog Jagat Wayang Arsitektur” dengan tokoh utama Narayana dan melibatkan tokoh wayang; [Wayang 0] Realrich Sjarief, [Wayang 1] Eka Swadiansa, [Wayang 2] (dalangnya wayang) Anas Hidayat, [Wayang 3] Andy Rahman, [Wayang 4] Gayuh Budi Utomo, dan [Wayang 5] Mohammad Cahyo Novianto.

Dialog Jagat Wayang Arsitektur menceritakan perjalanan panjang Narayana meraih identitas diri sebagai kekuatan pribadinya (yang bisa kita analogikan dalam kehidupan berarsitektur). Dengan begitu, diharapkan kekacauan alam semesta Indonesia bisa terselamatkan.

 

Berita Terkait